Peserta Magang HUB Paparkan Inovasi LAPOR-PAS SULSEL, Kanwil Ditjenpas Sulsel Dukung Penguatan WBK/WBBM
Makassar - Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Muhammad Ali, menerima peserta Magang HUB Batch 2 dalam kegiatan pemaparan inovasi layanan pengaduan masyarakat bertajuk LAPOR-PAS SULSEL yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kanwil Ditjenpas Sulsel, Rabu (13/5).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulsel bersama peserta Magang HUB Batch 2 yang mempresentasikan inovasi LAPOR-PAS SULSEL sebagai sistem pengelolaan pengaduan masyarakat terintegrasi di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.
Dalam pemaparannya, salah satu peserta Magang HUB Kementerian Ketenagakerjaan, Ahmad Al Farabi Abenk, menjelaskan bahwa saat ini pengaduan masyarakat masih diterima melalui berbagai media seperti WhatsApp, direct message media sosial, maupun penyampaian langsung sehingga berpotensi menyebabkan laporan tercecer, tidak terdokumentasi dengan baik, dan menimbulkan duplikasi penanganan aduan.
"Melalui inovasi LAPOR-PAS SULSEL, seluruh pengaduan masyarakat dapat terintegrasi dalam satu sistem terpusat sehingga proses penerimaan, verifikasi, disposisi, monitoring, hingga tindak lanjut laporan menjadi lebih efektif, terukur, dan transparan,"
la juga menjelaskan bahwa inovasi tersebut mengedepankan transparansi pelayanan publik melalui pemberian nomor tiket pengaduan kepada masyarakat sehingga pelapor dapat memantau perkembangan status laporan mulai dari tahap diterima, diproses, hingga selesai ditindaklanjuti.
Selain itu, sistem arsip digital pada LAPOR-PAS SULSEL dinilai mampu mempermudah proses penyimpanan, pencarian data pengaduan, rekapitulasi laporan, hingga analisis jenis keluhan masyarakat sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas pelayanan pada Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Ali selaku mentor menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dipaparkan peserta magang dan menilai gagasan tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan Zona Integritas.
"Inovasi LAPOR-PAS SULSEL ini menjadi salah satu langkah positif dalam memperkuat pelayanan publik berbasis digital. Sistem ini tidak hanya mendukung transparansi dan pengawasan berbasis data, tetapi juga mendorong budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap pengaduan masyarakat," tuturnya.
la menambahkan bahwa data pengaduan yang terhimpun melalui sistem tersebut dapat menjadi bahan evaluasi strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Sulsel berharap inovasi yang dikembangkan mampu menjadi agen perubahan dalam penguatan pelayanan publik serta meningkatkan kepercayaan ....masyarakat terhadap layanan pemasyarakatan yang transparan, cepat, dan terintegrasi.
Komentar
Posting Komentar