Menuju WBBM 2026, Kakanwil Ditjenpas Sulsel Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Prima

Kakanwil Ditjenpas Sulsel Pimpin Penguatan dan Simulasi Desk Evaluasi TPI WBBM bagi Rutan Jeneponto dan Bantaeng

Makassar - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi memimpin langsung kegiatan penguatan dan simulasi Desk Evaluasi Tim Penilai Internal (TPI) menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bagi Rutan Jeneponto dan Rutan Bantaeng, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kanwil Ditjenpas Sulsel dan melalui Zoom Meeting, Senin (11/05).

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan Kanwil Ditjenpas Sulsel, Tim Zona Integritas Kanwil Ditjenpas Sulsel, serta Tim Zona Integritas dari Rutan Jeneponto dan Rutan Bantaeng sebagai satuan kerja yang tengah mempersiapkan diri menghadapi desk evaluasi TPI.


Kakanwil Ditjenpas Sulsel Tekankan Kesiapan Menyeluruh Hadapi Evaluasi TPI WBBM

Dalam arahannya, Rudy Fernando Sianturi menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh, baik dari sisi teknis, substansi paparan, maupun pelayanan publik yang akan ditampilkan saat evaluasi berlangsung. la meminta seluruh tim bekerja secara maksimal agar mampu menunjukkan kualitas pelayanan pemasyarakatan yang profesional, bersih, dan melayani.

"Desk evaluasi bukan hanya soal menjawab pertanyaan evaluator, tetapi bagaimana kita menunjukkan budaya kerja yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Seluruh unsur harus siap, mulai dari tampilan ruangan, kesiapan petugas, hingga kualitas inovasi layanan yang ditampilkan," ngkapnya.

la juga mengingatkan pentingnya simulasi live streaming dilakukan secara optimal, termasuk memastikan seluruh petugas hadir dalam ruang evaluasi, penataan ruangan rapi, kamera menampilkan seluruh peserta, serta tidak terdapat kursi kosong selama pelaksanaan penilaian.


Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulsel, Tekankan Pentingnya Kekompakan Tim Menuju WBBM

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulsel, Muhammad Ali selaku Ketua Tim Zona Integritas Kanwil Ditjenpas Sulsel menekankan bahwa kekompakan tim menjadi kunci utama keberhasilan meraih predikat WBBM.

"Seluruh tim harus memahami peran masing-masing dan mampu menjelaskan program kerja maupun inovasi secara terukur. Konsistensi antara data dukung, paparan, dan implementasi lapangan harus benar-benar selaras," ujarnya.


Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Tekankan Strategi Komunikasi Hadapi Evaluator WBBM

Di sisi lain, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Ashari yang juga Sekretaris Tim ZI Kanwil Ditjenpas Sulsel menegaskan pentingnya strategi komunikasi saat sesi tanya jawab bersama evaluator.

"Jawaban yang disampaikan harus singkat, jelas, dan strategis. Kepala UPT menyampaikan gambaran umum, sementara tim dapat memperkuat aspek teknis secara terstruktur sehingga penyampaian lebih meyakinkan," ujarnya.

 Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulsel, Tekankan Transparansi Informasi Layanan kepada Masyarakat

Pada aspek pelayanan publik, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulsel, Mut Zaini selaku Ketua Pokja Pelayanan Publik mengingatkan agar seluruh area layanan menampilkan transparansi informasi kepada masyarakat.

"Kita ingin memastikan seluruh titik layanan benar-benar mencerminkan pelayanan yang bersih dan terbuka. Informasi Gratis/Bebas Biaya harus terlihat jelas, inovasi layanan siap ditampilkan, dan petugas layanan mampu berinteraksi dengan baik kepada masyarakat maupun evaluator," ungkapnya.


Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel, Soroti Penguatan Media Informasi Digital dan Pengaduan Masyarakat

Selain itu, Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel, Marwati selaku Ketua Pokja Pengawasan menyoroti pentingnya penguatan media informasi digital dan sistem pengaduan masyarakat yang aktif serta responsif.

"Seluruh media informasi digital harus diperbarui secara berkala, termasuk Linktree, media sosial, Google Maps, dan nomor pengaduan. Respons cepat terhadap aduan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan," ungkapnya.

Melalui kegiatan penguatan dan simulasi tersebut, Kanwil Ditjenpas Sulsel berharap seluruh satuan kerja yang diusulkan menuju WBBM dapat tampil optimal dalam desk evaluasi TPI serta mampu menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.


Komentar