Parepare — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 H yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Lapas Kelas IIA Parepare, Rabu (4/3). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara jajaran pemasyarakatan dengan para mitra dan stakeholder dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an sebagai pembuka rangkaian acara. Selanjutnya Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Kantor Wilayah beserta jajaran yang berkesempatan melaksanakan Safari Ramadan di Lapas Parepare.
"Momentum Ramadan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat kolaborasi dengan para stakeholder yang selama ini mendukung proses pembinaan narapidana di Lapas Parepare. Kami berharap sinergi ini terus terjaga demi mewujudkan pembinaan yang lebih optimal," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi, menekankan bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas spiritual, pengendalian diri, serta integritas dalam menjalankan tugas sebagai insan pemasyarakatan.
"Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana melatih pengendalian diri, memperkua. integritas, serta meningkatkan kualitas pengabdian kita sebagai aparatur negara," ucapnya.
la juga menyampaikan bahwa tujuan utama pemasyarakatan adalah membentuk warga binaan agar menjadi pribadi yang sadar hukum dan mampu kembali berperan aktif di tengah masyarakat. Menurutnya, perubahan dalam sistem hukum pidana melalui pembaruan KUHP dan KUHAP yang mengatur pidana alternatif menjadi bagian dari paradigma baru pemidanaan yang juga menuntut kesiapan jajaran pemasyarakatan.
Paradigma pemidanaan ke depan menuntut pemasyarakatan semakin adaptif. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh stakeholder agar pembinaan warga binaan dapat berjalan lebih efektif," tambahnya.
Kakanwil juga menegaskan komitmen pemberantasan peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan sebagai bagian dari Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang harus dilaksanakan secara konsisten di seluruh Unit Pelaksana Teknis.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ust. Muh. Kasim. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum introspeksi diri dan peningkatan kualitas ibadah.
"Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperkuat keikhlasan, dan menata niat dalam setiap pengabdian. Ketika pekerjaan dilandasi niat yang tulus karena Allah, maka setiap tugas yang dijalankan akan bernilai ibadah," ucapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang di pimpin oleh Ust. Muh. Kasim dan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya solidaritas serta komitmen bersama antara jajaran pemasyarakatan dan para mitra kerja dalam mendukung pelaksanaan pembinaan di Lapas Kelas IIA Parepare.
Komentar
Posting Komentar