Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Wisuda Santri Warga Binaan di Lapas Takalar, Wujud Pembinaan Spiritual Menuju Perubahan Diri
Takalar — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan melalui Lapas Kelas IIB Takalar melaksanakan kegiatan Wisuda Santri Warga Binaan Pemasyarakatan dengan tema "Transformasi Diri Menata Hari Esok yang Lebih Cerah dengan Ilmu dan Karya", Rabu (11/03/2026) di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIB Takalar.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulsel, Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel, Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, serta tim penyuluh dari Kementerian Agama Kabupaten Takalar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh warga binaan yang mengikuti prosesi wisuda serta pembacaan doa sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan pembinaan keagamaan tersebut.
Program wisuda ini merupakan bagian dari kerja sama antara Lapas Kelas IIB Takalar dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar dalam rangka mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kepribadian dan pembinaan keagamaan bagi warga binaan.
Ketua Panitia kegiatan, Sahlan Hamzah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, dalam laporannya menyampaikan bahwa program pembelajaran Al-Qur'an ini diikuti oleh 100 orang warga binaan yang telah menyelesaikan proses pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur'an.
"Kami berharap ilmu yang telah diperoleh tidak hanya berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas maupun setelah kembali ke tengah masyarakat," tuturnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba Semarak Ramadhan yang diikuti oleh warga binaan sebagai bagian dari rangkaian pembinaan keagamaan selama bulan suci Ramadhan.
Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Mansur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program pembelajaran Al-Qur'an merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian yang dilaksanakan di dalam Lapas.
"Melalui program ini kami berharap warga binaan yang sebelumnya belum mampu membaca dan menulis Al-Qur'an dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, H. Solihin, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan yang dinilai memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter dan peningkatan kualitas spiritual.
"Pembinaan keagamaan seperti ini sangat penting dalam membangun karakter serta memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual warga binaan, sehingga diharapkan mereka dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan, Mut Zaini, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan wisuda pembelajaran Al-Qur'an tersebut.
"Wisuda ini bukanlah akhir dari proses belajar, tetapi menjadi awal bagi para warga binaan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi pedoman dalam menata kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang." ucapnya.
Selanjutnya dilakukan prosesi wisuda dengan pembacaan nama-nama warga binaan yang dinyatakan lulus dalam program pembelajaran Al-Qur'an sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan mereka dalam mengikuti proses pembinaan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik, berakhlak, serta memiliki bekal spiritual yang kuat sebagai persiapan untuk kembali dan berperan positif di tengah masyarakat.
Komentar
Posting Komentar