Panen Raya Sae Bapas Watampone, Kanwil Ditjenpas Sulsel Dorong Penguatan Pembinaan Berbasis Ketahanan Pangan
Watampone - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan panen raya pada lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Bapas Kelas II Watampone, Kamis (19/2) pukul 10.30 WITA. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen jajaran pemasyarakatan dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi klien pemasyarakatan melalui pemanfaatan lahan produktif di bidang pertanian.
Panen raya tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulsel, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Kepala Lapas Kelas IA Watampone, Kepala Bapas Kelas II Watampone, pejabat struktural dan pegawai Bapas Watampone, peserta magang, serta Tim Humas dan Protokoler Kanwil Ditjenpas Sulsel.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulsel, Rudy Fernando Sianturi, menegaskan bahwa optimalisasi lahan SAE merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan yang berorientasi pada hasil.
"Panen raya ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi bukti bahwa program pembinaan kemandirian berjalan nyata dan memberikan dampak. Ini sejalan dengan 15 Program Akselerasi Menteri
Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan," ucapnya.
la juga mendorong agar pengelolaan lahan SAE dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra terkait sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial, baik bagi klien pemasyarakatan maupun masyarakat sekitar.
"Kita ingin program ini tidak berhenti pada panen hari ini, tetapi terus berkembang dan menjadi model pembinaan produktif yang berdampak luas," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bapas Kelas II Watampone, Nurmia, menyampaikan bahwa program SAE dirancang sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan bagi klien pemasyarakatan agar memiliki keterampilan dan etos kerja yang kuat sebagai bekal reintegrasi sosial.
"Melalui kegiatan pertanian di lahan SAE, klien pemasyarakatan dilatih untuk mandiri, bertanggung jawab, dan produktif. Harapannya, ketika kembali ke tengah masyarakat, mereka sudah memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup," ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan panen raya ini menjadi momentum penguatan komitmen jajaran pemasyarakatan untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis produktivitas, inovasi, dan kebermanfaatan sebagai bagian dari implementasi kebijakan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada hasil di wilayah Sulawesi Selatan.
Komentar
Posting Komentar