Bangun Kesadaran, Kakanwil Ditjenpas Sulsel Beri Arahan Peserta Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyrakatan

 

Foto Kakanwil bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulsel interaksi langsung dengan para peserta Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2025


Makassar – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulsel Rudy Fernando Sianturi didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulsel, Yohanis Varianto melakukan interaksi langsung dengan para peserta Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2025 yang diikuti oleh 208 perwakilan warga binaan dari 25 Lapas dan Rutan se-Sulawesi Selatan di Aula Lapas Kelas I Makassar, Jumat (19/9).

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil memberikan penjelasan mengenai hak dan kewajiban warga binaan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa warga binaan memiliki sejumlah hak yang dijamin negara selama menjalani masa pidana.

"Warga binaan berhak mendapatkan pelayanan dasar, mengembangkan diri, menjalankan ibadah, memperoleh informasi, mendapatkan penyuluhan hukum, menerima hak integrasi, berkomunikasi, serta menerima kunjungan dari keluarga maupun pihak luar," ujar Rudy.


Foto Kakanwil bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulsel dan Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2025


Selain hak, Kakanwil juga menekankan pentingnya pemahaman tentang kewajiban warga binaan. Menurutnya, kewajiban tersebut mencakup menaati tata tertib, mengikuti program pembinaan, menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan, serta menghormati hak asasi orang lain. Kewajiban ini merupakan bagian penting dari sistem Pemasyarakatan yang bertujuan untuk mewujudkan reintegrasi sosial dan mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.

Lebih lanjut, Kakanwil menjelaskan bahwa kegiatan perkemahan lewat kepramukaan yang sedang diikuti para peserta merupakan salah satu bentuk program pembinaan yang bertujuan menanamkan nilai moral, kejujuran, tanggung jawab, cinta tanah air, serta kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, warga binaan juga dilatih kepemimpinan, kemandirian, kerja sama, dan ketangguhan sehingga diharapkan mampu menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berdaya saing.

Di hadapan para peserta, Kakanwil berpesan agar kegiatan ini diikuti dengan sungguh-sungguh.

"Ikutilah setiap rangkaian kegiatan Pramuka ini dengan baik, disiplin, dan penuh keseriusan. Jangan sampai ada yang melakukan pelanggaran, karena ini adalah kesempatan berharga untuk membekali diri sebelum kembali ke masyarakat," tutur Rudy.

Kegiatan kemudian ditutup dengan tanya jawab interaktif antara Kakanwil dan warga binaan mengenai pembinaan serta hak integrasi, yang disambut antusias oleh para peserta.

Komentar